Buku ini mengkaji dampak pandemi COVID-19 dari perspektif psikologi. Pandemi tidak hanya membawa dampak fisik seperti sakit dan kematian, tetapi juga mempengaruhi aspek psikologis. Kajian dalam buku ini bertujuan memahami penyebab kecemasan dan stres selama pandemi, fenomena perilaku, serta dampak psikososial, untuk menemukan solusi preventif dan kuratif.
Fenomena cyberchondria, yaitu perilaku mencari informasi kesehatan berlebihan secara online, dibahas sebagai prediktor kecemasan kesehatan. Penggunaan media sosial pasif dan dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis juga dikaji, termasuk kesempatan untuk refleksi diri selama pandemi.
Buku ini membahas kesejahteraan subjektif dengan melihat pengaruh dukungan sosial dan resiliensi, serta dampak kebiasaan clutter dan decluttering selama pandemi pada siswa dan mahasiswa. Dampak dukungan sosial terhadap burnout tenaga medis juga dipelajari.
Berbagai perspektif psikologi, termasuk pengaruh budaya individualisme-kolektivisme, framing, dan konteks pemberitaan terhadap efektivitas iklan layanan masyarakat terkait pandemi, dieksplorasi dalam buku ini. Buku ini menawarkan pemahaman holistik dan strategi psikoedukasi untuk meningkatkan kualitas hidup individu dan masyarakat, serta menjadi dasar bagi pengembangan riset psikologi di masa depan.


Ulasan
Belum ada ulasan.